Mengusung konsep Sekolah Berkarakter, tidak hanya mengutamakan kecerdasan otak saja”

KONSEP SEKOLAH

Sekolah Insan Teratai terdiri dari empat unit yaitu TK, SD, SMP dan SMK. Sekolah ini mengusung konsep “Sekolah Berkarakter”, yaitu sekolah yang tidak hanya mengutamakan pembelajaran demi kecerdasan otak saja, melainkan juga pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar yang bermakna dalam rangka menumbuhkan karakter baik dalam diri para peserta didik.

Untuk mendukung visi dan misi sekolah dalam mengembangkan karakter, Sekolah Insan Teratai mengadopsi secara penuh sebuah konsep pendidikan yang memgutamakan pengembangan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan, yaitu Pendidikan Nilai Kemanusiaan (PNK).

Apa itu Pendidikan Nilai Kemanusiaan (PNK)?

Pendidikan Nilai-nilai Kemanusiaan atau PNK adalah kolaborasi antara Educare dan Lima Nilai Kemanusiaan. Educare berasal dari bahasa latin yaitu Edu dan Care. Jika Education memberikan pengetahuan dan manusia memprosesnya secara intelektual, maka Educare mengembangkan prinsip “to bring out the human values from within” atau mengeluarkan dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dari dalam diri manusia. Educare bertujuan bukan hanya untuk mempelajari suatu pengetahuan dan menguasainya, tetapi lebih dalam dari itu semua, yaitu untuk menemukan keunggulan diri dan mengetahui diri yang sejati, sehingga manusia akan berperilaku layaknya seperti manusia.

Pendidikan Nilai-nilai Kemanusiaan atau PNK adalah kolaborasi antara Educare dan Lima Nilai Kemanusiaan. Educare berasal dari bahasa latin yaitu Edu dan Care. Jika Education memberikan pengetahuan dan manusia memprosesnya secara intelektual, maka Educare mengembangkan prinsip “to bring out the human values from within” atau mengeluarkan dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dari dalam diri manusia. Educare bertujuan bukan hanya untuk mempelajari suatu pengetahuan dan menguasainya, tetapi lebih dalam dari itu semua, yaitu untuk menemukan keunggulan diri dan mengetahui diri yang sejati, sehingga manusia akan berperilaku layaknya seperti manusia.

Selanjutnya, hal yang utama dari metode pendidikan ini adalah lima nilai kemanusiaan yang terdiri dari nilai kebenaran, kebajikan, kedamaian, kasih sayang dan tanpa kekerasan. Lima nilai ini merupakan filosofi dasar dari pengembangan metodologi serta perencanaan bahan ajar bagi para siswa di sekolah. Lima nilai kemanusiaan bersifat universal yang membahas mengenai nilai-nilai keutamaan manusia—yang terkadang pengetahuan mengenai nilai-nilai tersebut tidak didapatkan dalam pendidikan reguler di sekolah. Pemahaman mengenai lima nilai pada akhirnya akan menghasilkan harmoni antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Perbuatan yang didasari atas persatuan dari pikiran dan perkataan akan terarah dan diharapkan dapat memberikan hasil yang baik dan juga benar.

PNK bukanlah sebuah model pendidikan yang terpisah melainkan bersifat holistik karena melibatkan seluruh aspek dan juga individu yang terlibat dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, PNK menjadi nafas kehidupan bagi sekolah dan keluarga, sehingga harus dipelajari dan dipahami oleh seluruh pengampu pendidikan baik itu di sekolah, rumah maupun lingkungan sekitar.

Program PNK diterapkan secara menyeluruh dan menjadi program utama di Sekolah Insan Teratai. Pembekalan PNK diberikan kepada guru, kepala sekolah, staf sekolah, dan staf Yayasan, maupun masyarakat dalam bentuk pelatihan bagi guru dan staf sekolah, parenting bagi orang tua dan workshop bagi masyarakat umum.

Telah disebutkan di atas bahwa, Insan Teratai adalah sekolah yang mengedepankan pendidikan yang holistis oleh karena itu, PNK menjadi program yang menjawab kebutuhan Insan Teratai. Hal itu karena PNK memandang bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan manusia secara intelektual, tetapi juga mencerdaskan mental dan lebih dalam lagi dari pada itu semua adalah menyadari akan spiritual.

Metodologi PNK

Metodologi dasar PNK terdiri dari Lima teknik, yaitu: duduk hening, afirmasi positif, bernyanyi/bermain musik, bercerita, dan aktivitas kelompok. PNK menggunakan pendekatan secara langsung maupun tidak langsung. Pendekatan secara langsung dilakukan dengan mengadakan kelas khusus PNK, sedangkan pendekatan tidak langsung dilakukan dengan mengintegrasikan Nilai-nilai Kemanusiaan ke dalam rencana pengajaran. Penerapan holistik dari keseluruhan metodologi dalam mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan adalah dengan kegiatan bernama “Kelas Integrasi”. Kegiatan tersebut sangatlah unik karena melibatkan seluruh aparat sekolah maupun staf yayasan serta dilakukan dengan kreatif dan menyenangkan.

1.Duduk Hening

Duduk hening adalah sebuah metode cerdas untuk mempersiapkan diri memulai proses belajar baik bagi guru maupun peserta didik. Duduk hening dilakukan setiap hari sebelum memulai kegiatan di sekolah. Metode ini melatih setiap insan yang terlibat dalam pendidikan di Insan Teratai untuk selalu fokus dan selaras dalam pikiran serta perbuatan, menyelam ke dalam, dan kemudian mengeluarkan nilai-nilai kemanusiaan. Mendengarkan pikiran-pikiran yang ada di dalam kepala, kemudian menenangkan semua hal yang berkecamuk. Duduk hening bermanfaat untuk mengenal diri sendiri lebih dalam dan lebih baik dari sebelumnya.

Metode duduk hening dilakukan secara bertahap sesuai dengan level usia. Untuk tingkat TK dan SD, duduk hening dilakukan sebelum pelajaran dengan menggabungkan metode “afirmasi positif” dan berkonsentrasi membayangkan cahaya. Hal tersebut bertujuan untuk mengarahkan pikiran agar lebih tenang dan fokus, sehingga siswa dalam keadaan siap untuk menerima pelajaran. Dengan melakukan duduk hening tingkat dasar seperti itu, para siswa telah dibiasakan untuk dapat mengenal lebih seksama mengenai cara kerja pikiran dan melatih untuk mengontrolnya sedini mungkin.

Sementara itu untuk unit SMP dan SMK, duduk hening serentak juga dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai. Hanya saja, dalam pengembangannya, duduk hening untuk anak-anak yang lebih dewasa dapat menjadi sebuah kesempatan untuk melakukan self reflection. Self reflection ini dilakukan oleh anak-anak di dalam kelas maupun setelah kelas selesai, atau di rumah untuk mengevaluasi diri serta meregulasi emosi mereka dengan lebih bijaksana. Oleh karena itu, duduk hening tidak hanya membantu mereka untuk berkonsentrasi saja tetapi lebih dalam dari itu, dapat membantu mereka berkembang menjadi diri yang lebih baik.

2.Kata bijak, afirmasi positif dan doa

Kata bijak, affirmasi dan doa adalah sebuah cara penyampaian nilai dengan memperhatikan penggunaan bahasa yang baik dan penuh makna. Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan, pemilihan kata-kata yang baik akan memberikan efek yang baik pula bagi perkembangan diri. Penggunaan bahasa juga dijadikan tolok ukur dalam bersosialisasi di masyarakat. Semakin berkarakter seseorang, maka semakin santun pula penggunaan bahasanya. Penggunaan kata bijak juga memiliki dampak pada pengembangan karakter anak-anak. Pesan yang ada di dalam kata bijak akan diingat untuk waktu yang lama dan akan berakibat pada prilaku mereka.

Meteode ini diaplikasikan di Insan Teratai ketika duduk hening dan doa yang mengawali setiap kegiatan sekolah, serta diskusi kata bijak saat pembelajaran PNK. Kata-kata mutiara dan afirmasi positif mendorong siswa untuk membentuk niat dan tekad yang kuat sehingga dapat mengarahkan hidupnya ke arah yang baik.

3.Cerita

Metode bercerita mempunyai efek yang sangat mendalam bagi pengembangan karakter anak-anak. Satu peristiwa yang diceritakan dalam bentuk cerita akan diingat, sedangkan informasi yang sama yang disampaikan tanpa cerita mungkin akan dilupakan dalam waktu yang singkat. Metode ini digunakan, khususnya, untuk menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan. Setiap cerita yang dipilih harus mengandung nilai atau kebajikan yang dapat dipahami oleh anak-anak. Oleh karena itu, tidak ada cerita yang tidak bermakna di sekolah Insan Teratai. Semua cerita memiliki kisah yang menarik dan berisi nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dicontoh oleh para peserta didik.

Sebelum memulai pelajaran, setelah melakukan duduk hening, seluruh peserta didik akan dibacakan sebuah cerita oleh para guru atau teman-teman mereka. Semua peserta didik harus mendengarkan dan menjawab pertanyaan seputar cerita yang telah disampaikan oleh para guru. Tak jarang anak-anak pun juga berdiskusi untuk membahas nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diambil dan dijadikan inspirasi bagi mereka. Metode ini telah memberikan hasil yang nyata pada perkembangan karakter anak-anak. Para peserta didik setidak-tidaknya mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap cerita.

4.Bernyanyi

Metode selanjutnya adalah bernyanyi. Berdasarkan hasil penelitian berbagai sumber, lagu atau nyanyian sangat mudah dihafalkan dari pada teks atau wacana biasa. Dengan bernyanyi anak-anak dapat dengan cepat mengingat kata-kata dan kalimat demi kalimat dengan baik.

Oleh karena itu, jika lagu berisi dengan kata-kata positif dan kalimat-kalimat yang menginspirasi kebaikan, maka kata dan kalimat tersebut akan tersimpan lebih lama di memori mereka. Hal ini akan membantu dalam usaha mengubah perilaku mereka menjadi lebih baik.

Kegiatan bernyanyi dilakukan kapan saja dan dalam kegiatan apapun. Secara reguler, sekolah Insan Teratai menyisipkan lagu-lagu PNK setiap hari setelah duduk hening dan mendengarkan cerita. Anak-anak sangat menyukai kegiatan bernyanyi karena memberikan banyak manfaat, di antaranya, membawa kegembiraan bagi setiap individu, meningkatkan kesehatan khususnya pernafasan, meningkatkan rasa kekeluargaan dan suka cita di dalam kelas, serta menciptakan harmoni di seluruh lingkungan sekolah.

Bekerja sama dengan konsultan pendidikan, Lingkaran Belajar, Sekolah Insan Teratai secara reguler memproduksi lagu-lagu yang bernuansa PNK, di dalamnya tercantum lirik yang kaya akan makna nilai-nilai kemanusiaan.

Lagu-lagu bernuansa PNK dapat anda dapatkan di link berikut ini:
Link youtube Lingkaran Belajar.

5.Aktivitas Kelompok

Sebagai mahluk sosial, rasanya kurang pas jika manusia tidak beraktivitas bersama dengan manusia-manusia lainnya. Dalam PNK, bersosialisasi dan melakukan interaksi antar para peserta didik sangatlah penting untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya dan bermakna. Aktivitas kelompok dilakukan dalam upaya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan melalui permainan, diskusi, kerja kelompok, bakti sosial, kelas integrasi dll. Aktivitas kelompok merupakan kegiatan yang wajib dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas, agar anak-anak dapat mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan yang telah mereka dapatkan sambil juga belajar keterampilan bersosialisasi.

Kelas Integrasi

Bentuk kegiatan lain yang dilakukan dalam usaha untuk mengimplementasikan PNK adalah kelas integrasi. Kelas integrasi adalah proses pembelajaran yang unik yang mengahormonisasikan semua nilai-nilai kemanusiaan ke dalam satu hari program pembelajaran. Program ini menggabungkan seluruh siswa, guru dan staf di seluruh unit untuk bersama-sama melaksanakan dan terlibat dalam wahana-wahana belajar yang disusun dan dipersiapkan secara seksama dan terpadu oleh para siswa dan guru. Kelas ini adalah sebuah pembelajaran yang sangat aktif, inovatif, kreatif, efektif, serta dapat memberikan wawasan dan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Kelas integrasi di Sekolah Insan Teratai dilaksanakan setiap 4 bulan sekali dan bersifat tematik, yaitu menggunakan satu tema belajar yang menarik yang diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran secara bersamaan melalui pembelajaran kelompok (group and cooperative learning). Berbagai sub-topik dari mata pelajaran tertentu dijadikan sebagai tema, contohnya tentang warna, air, kayu, bunga, energi, bahasa, dan lain-lain. Nilai-nilai kemanusiaan kemudian diintegrasikan ke dalam tema-tema tersebut melalui metodologi PNK.

Rencana Pelajaran dibuat untuk membantu murid memahami pelajaran sebagai sebuah mata pelajaran yang utuh dan bersinergi dengan kehidupan, bukan sebagai fakta atau fenomena yang terpisah. Hal tersebut memungkinkan murid-murid untuk memahami secara keseluruhan dan utuh mengenai apa yang telah dipelajari serta dapat mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.